Kamis, 07 Februari 2013 - 10:35:24 WIB
Kurikulum 2013, Fokus pada Metode Pengajaran
Diposting oleh : harianpagipapua
Kategori: Daerah & Politik - Dibaca: 106 kali

SENTANI – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST, MMT mengatakan, karakter dan metode mengajar menjadi dua hal penting yang difokuskan, dalam kurikulum 2013 jika dibandingkan dengan kurikulum 2012 lalu dan saat ini pihaknya mulai melakukan pelatihan dan sosialisasi.
“Pelatihan untuk kurikulum 2013 diberikan khususnya untuk kelas 1, 2, 3 dan 4 di tingkat SD (Sekolah Dasar), kemudian SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas),” ujarnya kepada Harian Pagi Papua via telepon selulernya, kemarin.
Dikatakannya, pelatihannya akan dilakukan secara menyeluruh dan akan dikirim ke Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kotaraja dan setelah kembali akan melatih semua guru dan kepala sekolah (kepsek) yang ada di Kabupaten Jayapura.
“Perbedaannya hanya dua hal itu saja dimana hal ini merupakan sesuatu yang baru dan memang dari pusat sudah diputuskan serta disepakati, sehingga di kota/kabupaten harus mengikuti yang diisyaratkan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Disebutkannya, dengan rencana keluarnya kurikulum 2013 ini, maka semua guru dan sekolah disemua pendidikan diharapkan untuk menyesuaikan dan mengikuti.
“Hal ini juga terkait dengan perubahan-perubahan yang sedang terjadi,” katanya.
Diterangkannya, dalam kurikulum 2013 ini berbicara mengenai kejujuran dan skill yang diimbangi dengan rasa takut berbuat salah. Dimana nilai-nilai karakter ini harus diajarkan serta model atau cara guru mengajar.
“Dalam kurikulum 2013 ini, selama ini guru menulis di papan dan mengajarkan kepada anak-anak namun kedepannya murid yang harus lebih aktif dan guru hanya memberikan arahan setelah itu anak-anak mencari informasi sehingga anak-anak lebih aktif,” jelasnya.
Menurutnya, kurikulum 2013 tidak bisa dikatakan seperti sistem perkuliahan tetapi lebih mengarah seperti sistem pembelajaran. Yang mana jika diperkuliahan dosen akan memberikan tugas dan mahasiswa yang akan aktif mencari, sedangkan dikurikulum 2013 ini guru aktif membimbing atau menuntun muridnya.
“Jadi dari diskusi-diskusi yang dilaksanakan, guru akan mengarahkan murid-muridnya,” ungkapnya.
Pihaknya pun akan menghimbau kepada pihak sekolah bahwa kurikulum 2013 ini adalah keputusan nasional, sehingga diharapkan semua sekolah mengambil bagian dalam perubahan ini.
“Memang belum disosialisasikan ke semua sekolah dan saat ini baru mengirimkan utusan untuk dilatih,” tegasnya.
Ditambahkannya, tinggal tunggu waktu kapan akan dilakukan secara serentak. Pasalnya, hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, agar pihak sekolah tidak lagi memberikan informasi dan pemahaman yang keliru. (inu/ecy/hpp)



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)